You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pansus Jaringan Utilitas DPRD DKI telah merampungkan tahap harmonisasi hasil pembahasan Raperda
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Pansus Rampungkan Harmonisasi Raperda Jaringan Utilitas

Panitia Khusus (Pansus) Jaringan Utilitas DPRD DKI Jakarta telah merampungkan tahap harmonisasi hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jaringan Utilitas.

"manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,"

Ketua Pansus Jaringan Utilitas, Pantas Nainggolan mengatakan, pihaknya telah menghasilkan rumusan final yang dituangkan dalam draf Raperda Jaringan Utilitas. Aturan ini nantinya akan menjadi dasar pengelolaan Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), yaitu sistem penataan ruang bawah tanah yang terintegrasi untuk menampung berbagai utilitas.

Raperda Jaringan Utilitas Atur Tiga Konsep Penataan

“Dengan terkelolanya jaringan utilitas secara terpadu, selain menambah nilai estetika kota, juga dapat meminimalisasi berbagai risiko, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujar Pantas, Senin (6/10).

Menurutnya, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari pengelolaan jaringan utilitas dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, seperti bantuan sosial maupun perbaikan infrastruktur.

“Kita tidak ingin lagi mendengar ada warga yang cedera karena tersangkut utilitas. Pengelolaan yang baik juga bisa mengurangi risiko korsleting, pencurian arus, dan gangguan lainnya, sehingga manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Usai proses harmonisasi, Pansus akan melaporkan hasil pembahasan kepada pimpinan DPRD dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) sebelum draf Raperda dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi.

Pantas menambahkan, Perda Jaringan Utilitas yang akan disahkan juga mengatur bahwa peraturan gubernur (Pergub) dan aturan pelaksana lainnya harus diterbitkan paling lama satu tahun setelah Perda ditetapkan.

“Termasuk juga pendekatan-pendekatan hukumnya. Jadi jangan hanya tegas di atas kertas, tapi harus ada instrumen hukum yang kuat untuk menegakkannya,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6882 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6376 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1457 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1442 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1355 personAldi Geri Lumban Tobing